maahad al-Tahzib wa al-Ta'alim

* Gambar Sekadar Hiasan

Dalam sebuah kisah diceritakan bahawa di zaman Malik bin Dinar ada dua orang bersaudara yang beragama Majusi (para penyembah api). Tidak kurang selama tujuh puluh tahun mereka telah melakukan ritual agama mereka dengan menyembah api.

Pada suatu hari sang adik berkata kepada kakaknya, “Kakak, bertahun-tahun kita telah menyembah api. Oleh karena itu mari kita uji, jika kita masih terbakar karenanya, maka kita akan berhenti menyembahnya. Namun sebaliknya, apabila ternyata api itu tidak membakar kita, maka kita akan terus menyembah api sampai kematian datang kepada kita.”

Maka mulailah sang adik memasukkan jari-jemarinya ke dalam kobaran api yang sedang menyala. Kemudian langsung ditariknya kembali jarinya seraya merintih kesakitan. Lalu sang adik berkata, “Alangkah jahatnya engkau, aku telah menyembahmu sampai bertahun-tahun lamanya dan inikah balasanmu?”

Singkat cerita, sang kakak diajak meninggalkan kepercayaan dan sesembahannya, yakni dengan meninggalkan agama Majusi. Setelah itu, sang adik bersama keluarganya berangkat menuju ke tempat Malik bin Dinar, dan kepadanya ia sekeluarga menyatakan masuk Islam.

Malik bin Dinar kemudian meminta agar mereka sudi menetap di rumahnya. Malik bin Dinar juga mengumpulkan dana dari teman-temannya untuk diberikan kepada mereka. Namun tidak disangka sebelumnya bahwa ternyata para tamunya menolak keinginan baik dari sang tuan rumah. Mereka tidak berkenan menempati tempat yang disediakan oleh Malik bin Dinar. Bahkan mereka lalu menempati sebuah rumah tua yang mau rubuh.

Di tempat yang baru itu dia beserta keluarganya senantiasa melakukan ibadah siang dan malam. Setiap pagi dia selalu keluar rumah untuk mencari pekerjaan sehingga bisa menafkahi keluarganya. Tetapi apa yang menjadi harapannya masih belum berhasil, sebab setiap kali keluar dari rumahnya untuk mengharapkan pekerjaan dari berbagai orang, dia selalu pulang pada senja hari dengan tangan hampa.

Pada hari ketiga berangkatlah dia ke pasar untuk mencari pekerjaan. Setelah berkeliling kesana-kemari tiada seorang pun yang mau memberinya pekerjaan. Lalu dengan perasaan putus asa, dia pulang. Namun hari itu dia tidak langsung pulang ke rumahnya karena saat itu adalah hari Jumat. Setelah berada dalam masjid, dia memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Isi do’anya adalah sebagai berikut:

“Ya Tuhanku, demi kehormatan agama-Mu dan hari Jumat yang mulia ini, lepaskanlah kami dari kelaparan dan kesengsaraan. Aku khawatir hal ini berakibat kembalinya keluargaku kepada agama kakakku. Hal inilah yang sangat aku takuti.”

Rupanya Allah mengabulkan do’a orang itu. Karena secara tidak terduga dan tidak disadari olehnya, istrinya di rumah telah didatangi oleh seorang pria tampan yang membawa baki berisi uang emas sebanyak seribu dinar.

Tamu yang mengantarkan uang itu kemudian berkata: “Terimalah uang ini dan katakan pada suamimu, bahwa ini adalah upah amalan yang sedikit namun berpahala banyak.” Setelah bingkisan itu diterima, lalu sang istri membawa baki itu ke juragan emas untuk diperlihatkan padanya dan ditimbang. Ternyata setelah ditimbang, uang emas itu memiliki berat sebanyak dua kali lipat dari uang dinar emas yang biasanya.

Demikian pula keadaannya tidak seperti kualitas dinar-dinar yang kebanyakan beredar. Dinar emas dalam baki tersebut mempunyai kualitas yang sangat bagus. Melihat keanehan-keanehan tersebut, sang juragan emas itu menanyakan kepadanya darimana memperoleh emas sebagus itu. Lalu wanita tersebut menceritakan apa yang telah terjadi kepada keluarga dan suaminya.

* Klik Disini

Tertarik dengan cerita yang dialami oleh wanita itu, sang juragan emas itu memberi seribu uang dinar sebagai ganti dari satu dinar yang ditukarkan tersebut. Dan sang juragan emas itu pun pada akhirnya menyatakan masuk Islam.

Sekarang kembali kepada cerita si suami dari wanita itu. Setelah selesai mengerjakan shalat Jumat, kemudian dia pulang ke rumahnya. Setelah berada di dalam rumah, alangkah herannya dia, sebab menghirup bau makanan yang sedap. Kemudian istrinya menceritakan kejadian saat sang suami pergi menunaikan ibadah shalat Jumat. Akhirnya mereka berdua pun bersujud untuk menyatakan rasa syukur kepada Allah yang telah memberi mereka rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.

* Gambar Sekadar Hiasan

Jangan ingat, bila pakai songkik saja kita ni orang UMNO. Songkok hitam ini hebat sejarahnya.

Baca kisahnya di bawah.

Rahsia Songkok Melayu

Apabila terjumpa card lama ini saya terus scan dan menyimpannya, kerana ia membawa satu kenangan manis di Mesir , disamping membuka satu pintu rahsia besar.

Ramai orang yang apabila sudah menuntut ilmu agama agak banyak sedikit , sudah tidak mahu pakai songkok Melayu lagi…entah kenapa…wallahu a’lam.

Saya ada terdengar juga ada beberapa individu mengatakan…mereka kata tak de sunnah nabi pakai songkok Melayu, ada yang mengatakan tak dapat sunnah berpakaian putih, dan macam macam lagi….eh eh…dulu waktu zaman jahiliah sungguh sungguh pakai songkok pergi ngaji, sekarang sudah ‘pandai’ talak 3 songkok Melayu..!!

Hari ini , sempena jumpa card saya bersongkok Melayu di Mesir, saya nak kongsi satu cerita menarik – rahsia yang lama hampir terkubur, akibatnya saya tidak lagi tinggalkan songkok Melayu sesaat pun dalam hari hari dalam penghidupan saya.

Pada tahun 1991, di kota Cairo, kawasan Hussein selepas mengaji dengan Sheikh Mustafa Imbabi, ketika menunggu di perhentian bas memakai songkok Melayu, jika tidak silap bas no 250. Saya terperasan ada seorang tua bertongkat asyik melihat-lihat saya , sekejap sekejap, seolah olah ada sesuatu dalam diri saya yang beliau ingin tegur, mulalah saya cek pakaian saya mungkin ada kotoran atau koyak atau sesuatu yang tak saya ketahuinya.

Orang tua itu mendekati saya sambil memberi salam, dia kenalkan dirinya Husam asal orang Turkey dan tanya nama saya asal usul saya, buat apa di Mesir…..

Husam, 73 tahun bertongkat itu , seolah olah merasa satu kepuasan bila minta dari saya untuk melihat lebih dekat songok yang saya pakai, dia membelek belek songkok itu sambil bertasbih, tahmid, banyak lagi bacaan bacaan yang dibaca , seolah olah terharu dengan songkok itu…saya lihat airmatanya pun penuh…ini mungkin songkok dia hilang kot ( sangkaan saya sahaja )

Sebelum saya sempat bertanya kepadanya kenapa, dia terus mengambil nadah suara tegas sambil berkata ( dalam bahasa pasar Mesir ) :

‘Lihat dan dengar saya, inilah dia songkok tentera berkuda Sultan Muhamad Fatih yang membuka kota konstinaple ( ISTANBUL ), waktu saya 10 tahun datuk saya mengatakan, nampaknya songkok yang bersejarah ini sudah tidak dapat sambutan dengan keluarnya tren baru berbentuk bulat ( tarbus ).’

‘Beliau bertanya “macamana engkau boleh dapat dalam keadaan baru dan baik buatannya, yang saya simpan ( di turkey ) sudah terlalu usang.? “‘

Saya pun mula bercerita kepadanya songkok Melayu itu pakaian datok nenek kita dulu….

Sampailah perbualan ringkas itu membuahkan hasil, iaitu….. adalah satu kepastian tentera berkuda Osmaniyah Turkey pada abad ke 16 masehi turut serta dalam peperangan dengan Majapahit membantu wali songo dalam membuka kota Demak.

Pakaiannya termasuk songkoknya di ambil Sultan sultan Nusantara kita dijadikan pakaian kebangsaan rasmi sebagai tanda penghargaan orang Melayu kepada tentera Osmaniyah.

Klik Disini

Jadi …

1- Songkok Melayu bukan adat Melayu sahaja, tetapi disebaliknya ada tersemat darah semangat juang tentera Aswaja.

2- Ketika ini saya tak lihat putih itu sunnah atau tidak sebab hitam ini lah yang selamatkan putih kamu.

3- Dalam usul fiqih istilah sarban di definasikan kain yang terlilit keliling kepala…saya lihat songkok Melayu semuanya adalah kain yang telilit keliling kepala, maka siapa memakainya dapat pahala pakai sarban juga.

4-Dalam hadith akhir zaman kitabal-isya’ah , ada membawakan beberapa hadith tentera Islam yang hebat yang datang sebelum imam mahdi di akhir masyriq ( far east ) selepas membawa riwayat menyebut bendera hitam sebagai panji panjinya, penyusun kitab membawakan kemungkinan besar panji panji yang dimaksudkan bukan bendera tetapi adalah songkok songkok mereka, kerana wujudnya lafaz hadith yang berbunyi : qalanisuhum suud : songkok songkok mereka berwarna hitam.

5- Ada jamaah tabligh yang pergi keluar dakwah ke India, dan ingin duduk disana lama, di suruh pulang maulana maulana mereka. Saya bertanya kepada jamaah ini, kenapa disuruh pulang , tak boleh tinggal disana? kata mereka : Maulana cakap, banyak Auliya dinampakkan dalam rukyah solihah mereka Islam akan bangkit dari Nusantara Melayu dan pakaian yang mereka sempat melihat dalam rukyah tersebut songkok songkok melayu.

6- Kerajaan Osmaniyah sudah jatuh tetapi pakaian dan logonya masih dipakai terus kaum muslimin seluruh dunia, apakah artinya itu…? apakah benar benar Osmaniyah telah jatuh ? atau masih berfungsi ? Pakaiannnya songkok melayu dan bintang bulan adalah logonya ( di atas masjid masjid ).

7- Kerajaan Islam Berdaulat Aswaja masih wujud, lihat sahaja negeri Brunei, masih berdaulat , terlindung dalam pemeliharaan Allah, Sultan mereka masih memakai songkok sambung menyambung sehingga zaman Sultan Muhamad Fatih…satu satunya negeri yang tiada arak dan judi, tiada gangguan dari kaum khawarij dan syiah rafidhi.

Sekian sahaja.

* Gambar Sekadar Hiasan

EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK MANAPUN DENGAN TUGAS HARIAN.

Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.

“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu:

1. Sebelum khatam al-Quran.

2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.

3. Sebelum para muslimin meredhai engkau.

4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah”.

Bertanya Siti Aisyah:

“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “

Rasulullah tersenyum dan bersabda:

1. “Jika engkau akan tidur,bacalah surah al –Ikhlas tiga kali

Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran

” Bismillaahirrahmaa nirrahiim,

‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’

lam yalid walam yuulad’

walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “

2. “Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku” maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat

“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “

3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau

“ Astaghfirullaah hal ‘adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x )

4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah

“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim

Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar “

( 3x )

Sampaikanlah kepada orang lain,

maka ini akan menjadi sedekah jariah pada setiap orang yang anda kirimkan pesan ini, dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat ganjaran pahalanya insha Allah…

Aamiin ya Allah..

Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan setiap orang yang like & share “aamiin” dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SyurgaMu. Aamiin…

Sekarang anda memiliki dua pilihan ,

1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini

2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin…

* Klik Disini

Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Semoga kita dijauhkan dari segala penyakit, diberi kesihatan yang sihat wal’afiat, rezeki yang melimpah ruah, dan keluarga yang bahagia maka, pilihlah mana2 saja pintu syurga yang ingin kit masuk..semoga kita semua trgolong dri kalangn org2 yg beriman.. Aamiin ya Rabbal’alamiin..

* Gambar Sekadar Hiasan

Ada seorang anak yang setiap hari rajin solat ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya,

“Ayah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi”

“Laaa kenapa?” Tanya si ayah.

“Kerana di masjid saya menemukan orang² yang kelihatan beragama tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan tentang keburukan orang lain”.

Si ayah pun berpikir sejenak dan berkata, “Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terpulang kepada kamu”.

“Apa dia ayah?”

“Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah”.

Si anak pun membawa segelas air mengelilingi masjid dengan hati², hingga tak ada setitis air pun yang jatuh.

Sesampai di rumah sang ayah bertanya, “Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?”,

“Sudah ayah”.

“Apakah ada yang tumpah?”

“Tidak”.

“Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?”.

“Saya tidak tahu kerana pandangan saya hanya tertumpu pada gelas ini”, jawab si anak.

“Apakah di masjid tadi ada orang² yang membicarakan keburukan orang lain?”, tanya si ayah lagi.

“Saya pun tidak mendengar kerana saya hanya fokus menjaga air dalam gelas”.

Si ayah pun tersenyum lalu berkata, “Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan ada waktu untuk menilai keburukan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualiti orang lain membuatmu lupa akan kualiti dirimu”.

* Klik Disini

Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menjadikan hidup ini positif.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

* Gambar Sekadar Hiasan

Duhai anak!
Sekalipun kau telah temui guru yg lebih sempurna..
Jangan sesekali kau sindir guru2mu sebelumnya.
Walaupun mereka tidak menyempurnakan pengajaran fardhu A’in seperti gurumu yang sempurna itu..
Kau dipertemukan dengannya juga berkat pernah duduk di majlis ilmu para guru yg lain..

* Klik Disini


Kecelakaan seorang murid bila rasa diri lebih sempurna dari orang lain ( terutamanya guru2nya sendiri )
Moga difahami.


Ustaz Mohd Hazri al-Bindany.

* Gambar Sekadar Hiasan

Pertama

Allah sedang beritahu makanan kita, hak kita itu bukan semuanya rezeki kita. Sebahagiannya rezeki kucing itu. Sebab itu ia datang pada kita.

Kedua

Allah sedang beritahu apabila kita memberi makanan kepada kucing itu, rezeki lain akan Allah ganti yang lebih baik. Sebab 1 kebaikan itu Allah balas 10 kebaikan. Allah maha mampu memberi lebih dari itu.

* Klik Disini

Ketiga

Allah sedang bagi tahu apabila kita tak memberi makanan kepada kucing itu, sebenarnya kita sedang menolak rezeki baru yang Allah berikan kepada kita. Rezeki itu luas bukan hanya pada uang. Tetapi meliputi semua kehidupan. Ingin ikhlas memberi, berilah pada hewan karena hewan tak pandai mengucapkan terima kasih kepada kita. Ia hanya tahu minta dan makan.

* Gambar Sekadar Hiasan

Surah Al-Taubah merupakan antara surah-surah terakhir yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Ia diturunkan selepas Surah Al-Maidah pada tahun 9 Hijrah. Surah ini diturunkan dalam tiga peringkat iaitu:

Peringkat Pertama

Dalam bulan Rejab tahun 9 Hijrah sebelum berlakunya peperangan Tabuk.

Peringkat Kedua

Semasa Rasulullah SAW serta umat Islam sedang membuat persiapan untuk menghadapi peperangan Tabuk

Peringkat Ketiga

Selepas kembalinya Rasulullah SAW dan umat Islam dari peperangan Tabuk iaitu pada akhir tahun 9 Hijrah sebelum musim haji.

Para ulama’ berbeza pendapat mengapa Surah al-Taubah ini tidak memiliki Basmalah di permulaan ayat.

Isyarat Pembatalan Perjanjian

Diriwayatkan dari Al-Mubarrid dan lain-lainnya: “Menjadi tabiat orang Arab apabila mereka memeterai sesuatu perjanjian atau piagam kemudian mereka membatalkannya, mereka akan mengutuskan sepucuk surat yang tidak dimulai dengan Basmalah”

Semasa turunnya Surah Al-Taubah yang mana menjadi titik pembatalan janji antara Rasulullah SAW dan para musyrikin, Rasulullah SAW telah mengutuskan Saidina Ali untuk membacakan surah tersebut tanpa memulakannya dengan Basmalah sebagai mesej pembatalan perjanjian dengan kaum Musyrikin.

Pertikaian Para Sahabat Ketika Menyusun Al-Quran

Pendapat yang dikemukakan oleh para ulama’ ialah tentang pertikaian para sahabat ketika Saidina Uthman bin Affan mahu menulis dan menyeragamkan al-Quran. Setengah daripada mereka berpendapat bahawa Surah Al-Anfal dan Al-Taubah adalah satu. Manakala yang lain pula berpendapat kedua-duanya adalah dua surah yang berasingan. Dengan sebab itu dibiarkan sahaja kedua-duanya berasingan tanpa menulis Basmalah sebagai jalan tengah terhadap kedua-dua pendapat.

Al-Imam Fakh al-Razi pula membahagikan perbahasan tentang sebab ketiadaan Basmalah (di awal Surah Al-Taubah) kepada lima pendapat dalam Kitab al-Tafsir al-Kabir:

* Klik Disini

Pendapat Pertama

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Saidina Uthman bin Affan bahawa Rasulullah SAW telah wafat tanpa sempat menerangkan tentang kedudukan sebenar surah al-Taubah.

Pendapat Kedua

Berdasarkan apa yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab bahawa beliau berkata: “mereka berselisih pendapat kerana di dalam Al-Anfal disebutkan tentang perjanjian yang dimeterai sedang di dalam Al-Taubah disebut pembatalan janji. Jadi, daku letakkan bersebelahan antara keduanya (lantaran kesesuaian isi kandungan di antara dua surah tersebut)”

Pendapat Ketiga

Berdasarkan perbezaan pandangan di antara para sahabat sama ada surah Al-Anfal dan Al-Taubah satu surah ataupun dua surah yang berasingan. Sebahagiannya berpendapat kedua-duanya adalah satu surah kerana ia diturunkan mengenai peperangan dan jihad. Kedua-dua surah tersebut tergolong dari surah-surah tiwal yang berjumlah tujuh surah. Pendapat ini jelas kerana ayat kedua-duanya berjumlah 206 ayat.

Pendapat yang lain mengatakan bahawa kedua-duanya adalah surah berasingan. Ini kerana setelah berlaku perselisihan antara sahabat, mereka telah meninggalkan ruang (tanpa Basmalah) sebagai mengambil kira pendapat yang mengatakan kedua-duanya berasingan. Begitu juga mereka tidak menulis Basmalah sebagai mengambil kira pendapat yang mengatakan kedua-dua surah adalah satu.

Pendapat Keempat

Ibn Abbas berkata, aku telah bertanya Saidina ‘Ali mengapa Basmalah tidak ditulis antara kedua-duanya? Saidina ‘Ali menjawab: “Basmalah bererti aman sedangkan surah Al-Taubah diturunkan berkenaan dengan pedang (peperangan) dan pembatalan janji. Dengan itu ia tidak ditulis.

Pendapat Kelima

Sebahagian ulama’ berpendapat, semasa Allah SWT menurunkan surah Al-Taubah dalam keadaan Allah mengetahui bahawa manusia akan berselisih pendapat tentang Basmalah sama ada ia satu ayat dari Al-Quran atau sebaliknya. Lalu, Allah SWT memerintahkan supaya Basmalah tidak ditulis di sini sebagai suatu kenyataan bahawa Basmalah adalah merupakan ayat pada setiap awal surah.

Oleh kerana Basmalah bukan satu ayat dari Surah Al-Taubah, ianya tidak ditulis. Ini menunjukkan bahawa Basmalah yang ditulis pada setiap awal surah adalah merupakan ayat dari setiap surah.

Walaupun begitu, Imam Al-Suyuti mempunyai pendapat yang berbeza iaitu beliau mengatakan bahawa Basmalah tidak ditulis kerana Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan para sahabat berbuat demikian. Al-Qinuji menambah lagi bahawa pendapat yang paling benar ialah Basmalah tidak ditulis kerana semasa Jibril diperintahkan untuk menurunkan surah ini, ia tidak diturunkan bersama-sama dengan Basmalah.

WAalahu’alam.

* Gambar Sekadar Hiasan

Hari ini ramai isteri yang mengeluh penat dan stres dek kerana tugas yang tak menang tangan. Mereka ini terutama yang bergelar ibu bukan saja mengurus rumah tangga, malah turut bekerja mencari rezeki.

Antara cara kebiasaan wanita meredakan kepenatan ini dengan berehat, bercuti dan juga ke spa untuk rawatan tubuh. Hakikatnya dalam Islam sendiri telah tersedia penawar kepenatan ini melalui amalan Zikir atau Tasbih Fatimah yang diajarkan sendiri oleh Rasululullah s.a.w kepada puterinya Saidatina Fatimah r.a.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, satu hari puteri Rasulullah s.a.w, Saidatina Fatimah r.a mengadu kepada suaminya, Saidina Ali bin Abu Talib r.a tentang tangannya berasa sakit dan keletihan kerana terlalu banyak kerja rumah yang perlu dilakukannya.

Saidatina Fatimah kemudian datang menemui ayahandanya baginda Rasulullah s.a.w untuk meminta seorang pembantu. Akan tetapi dia tidak berjaya menemui Rasulullah s.a.w dan hanya bertemu dengan Saidatina Aisyah.
Kemudian Saidatina Fatimah meninggalkan permintaannya kepada Saidatina Aisyah untuk disampaikan kepada Rasulullah. Apabila Rasulullah tiba di rumah, Saidatina Aisyah pun memberitahu Baginda tentang permintaan puterinya.

Lalu Baginda telah pergi menemui puteri serta menantunya yang ketika itu telah berbaring di tempat tidur. Keduanya mahu berganjak bangun ingin menghampiri baginda akan tetapi Rasulullah meminta mereka tetap di tempat perbaringan.

Lalu baginda bersabda;

“Mahukah kamu berdua aku ajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kamu berdua minta? Ketika kalian berbaring hendak tidur, maka bacalah takbir (Allahu Akbar) 34 kali, tasbih (Subhanallah) 33 kali dan tahmid (Alhamdulillah) 33 kali. Sesungguhnya yang demikian itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu.” (HR. Muslim, no: 4906)

Maka disaran kepada ibu-ibu yang berasa penat setelah melakukan tugas-tugas harian supaya mengamalkan Zikir/Tasbih Fatimah ini setiap malam sebelum melelapkan mata.

* Klik Disini

ZIKIR/ TASBIH FATIMAH

Allahu Akbar – 34 kali
Subhanallah – 33 kali
Alhamdulillah – 33 kali

Dalam pada itu sentiasalah didiklah hati untuk ikhlas melakukan semua tanggungjawab agar tidak merasakan ia sebagai bebanan yang memenatkan

* Gambar Sekadar Hiasan

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

(۞ وَلَقَدۡ ءَاتَیۡنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضۡلࣰاۖ یَـٰجِبَالُ أَوِّبِی مَعَهُۥ وَٱلطَّیۡرَۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلۡحَدِیدَ)
[Surah Saba’ 10]

Dan demi sesungguhnya, Kami telah memberikan kepada Nabi Daud limpah kurnia dari Kami (sambil Kami berfirman): “Hai gunung-ganang, ulang-ulangilah mengucap tasbih bersama-sama dengan Nabi Daud, dan wahai burung-burung (bertasbihlah bersama-sama dengannya)!” Dan juga telah melembutkan besi baginya; (Saba’:10)

(Dibaca 7 kali selepas solat Subuh & waktu keluar dari rumah)

Khasiat Wa Laqad Surah Saba’ Ayat 10

Amalan Wa Laqad biasanya digunakan dengan banyak manfaat, Ayat 10 dari Surat Saba’ ini di percaya sangat banyak sekali khasiatnya jika di amalkan secara rutin dan dengan kesungguhan hati. Untuk mengetahui apa saja manfaat dari Khasiat ilmu Wa Laqad ini adalah sebagai berikut:

1)Kekebalan

Mereka yang telah terbiasa mengamalkan amalan ini, akan selalu terhindari dan selamat dari serangan senjata tajam, tumpul, pukulan, tendangan, anti cukur dan iris pisau.

2) Berjalan Cepat

Pengamal ilmu ini juga mampu berjalan dengan sangat cepat, dalam waktu singkat. Pemilik ilmu ini akan bisa tepat waktu kedatangannya walaupun dari jarak yang sangat jauh.

* Klik Disini

3) Ditakuti Bangsa Jin

Bangsa Jin, Silem Siluman akan merasakan panas saat berdekatan dengan pemilik amalan ini sehingga bangsa Jin tersebut akan lari sejauh mungkin untuk menghindari rasa panas tersebut.

4) Dan Masih Banyak Lagi

Di atas hanyalah sedikit kutipan bagi pengamal Wa Laqad ini, masih banyak lagi khasiat yang terkandung di dalam Ayat 10 surah saba’ ini.

* Gambar Sekadar Hiasan

Dari kitab Tanbihul Ghafilin menyebutkan 3 perkara yang tidak perlu difikirkan yaitu :

  1. Jangan kamu fikirkan tentang kemiskinan, kerana itu akan menyebabkan kamu menjadi risau dan menambah kerakusan.
  2. Jangan kamu fikirkan tentang kedzaliman orang lain terhadap dirimu, kerana akan menambahkan kekerasan hatimu dan kedengkianmu serta itu akan berlanjut terpeliharanya amarahmu.
  3. Jangan kamu berfikir untuk kekal dalam perkara dunia, kerana itu akan mendorong kamu untuk menumpuk (mengumpul) harta dunia dan menunda amal ibadahmu sehingga melalaikan akhirat.
* Klik Disini