maahad al-Tahzib wa al-Ta'alim

* Gambar Sekadar Hiasan

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Asataghfirullaah Allazi Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi

“Aku mohon ampun dan bertaubat kepada Allah yang tiada tuhan (berhak disembah) kecuali hanya Dia, Dzat Maha hidup kekal dan berdiri sendiri”

Dari Zaid bin Haritsah -maula Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam- berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَرَّ مِنْ الزَّحْفِ

“Siapa yang membaca Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi maka akan diampuni dosanya walaupun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, al-Thabrani, Al-Hakim dan Ibnu Abi Syaibah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah di Shahih Abi Dawud dan Shahih al-Tirmidzi)

Terdapat tambahan dalam sebagian riwayat -seperti dalam Sunan Al-Tirmidzi & al-Hakim-, “Astaghfirullah Al-‘Adzim”.

Tempat Khusus Membacanya?

Telah datang beberapa riwayat yang menerangkan tempat khusus untuk membaca doa istighfar ini, seperti sesudah shalat, bangun tidur, dan di pagi hari Jum’at. Namun tak satupun dari keterangan-keterangan tersebut yang shahih sehingga tidak bisa diamalkan dengan kekhususannya tersebut.

Ada hadits yang berstatus maqbul –sebagian ulama menghasankannya dan sebagian lain menshahihkannya- menyebutkan istighfar tersebut tanpa mengaitkannya dengan waktu-waktu tertentu. Bisa dibaca pada waktu yang bebas tanpa mengkhususkannya dengan waktu dan tempat.

Al-Hakim mengeluarkannya dalam Mustadraknya dari hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلَاثًا غُفِرَتْ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَارًّا مِنْ الزَّحْفِ

“Siapa yang membaca Asataghfirullaah Alladzii Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi maka diampuni dosa-dosanya walaupun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Al-Hakim, beliau berkata: “ini adalah hadits shahih sesuai syarat Muslim namun Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya.” Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, no. 8541. Abu Nu’aim meriwayatkan yang serupa dalam Akhbar Ashbahan dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)

* Klik Disini

Keutamaannya

Doa ini mengandung istighfar (permohonan ampunan) yang sangat agung dan memakai wasilah (sarana) yang sangat mulia dengan menyebut nama-nama Allah yang Maha Indah -Allah, Al-Adzim, Al-Hayyu, dan Al-Qayyum-, ikrar akan uluhiyah Allah dan tekad bertaubat saat itu juga.

Astaghfirullah memiliki makna meminta ampunan kepada Allah, memohon agar Allah menutupi dosa-dosanya, dan tidak menghukumnya atas dosa-dosa tersebut.

Disebut kalimat tauhid setelah kalimat “Aku meminta ampun kepada Allah” memberikan makna bahwa hamba tersebut mengakui kewajibannya untuk ibadah kepada Allah semata yang itu menjadi hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini menuntut agar orang yang beristighfar untuk membuktikan ubudiyahnya kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Al-Hayyul Qayyum: dua nama Allah yang agung ini disebut sesudahnya memiliki kaitan dengan permintaan ampunan karena semua nama Allah dan sifat-Nya yang Maha tinggi yang Dzatiyah dan Fi’liyah kembali kepada keduanya. Sifat Dzatiyah merujuk kepada nama Al-Hayyu (Maha hidup kekal). Sedangkan sifat fi’liyah kembali kepada nama Al-Qayyum (Tegak berdiri sendiri dan mengurusi semua makhluk-Nya)

Ditutup doa tersebut dengan Waatubu Ilaihi (Aku bertaubat kepada-Nya) mengandung keinginan kuat dari hamba untuk bertaubat (kembali) kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Karenanya jika hamba mengucapkan kalimat ini hendaknya ia jujur dalam melafadzkannya pada dzahir & batinnya. Jika ia dusta, dikhawatirkan ia tertimpa kemurkaan Allah. (Lihat al-Fuuthaat al-Rabbaniyah: 3/701)

Allah siapkan balasan terbaik untuknya, yakni ampunan untuknya sehingga dihapuskan dosa-dosanya, ditutupi aib-aibnya, dilapangkan rizkinya, dijaga fisiknya, dipelihara hartanya, mendapat kucuran barakah, semakin meningkat kualitas agamanya, menjapatkan jaminan keamanan di dunia dan akhirat, dan mendapat keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dosa yang akan diampuni dengan doa istighfar ini bukan hanya dosa-dosa kecil, tapi juga dosa besar. Bahkan dosa yang terkategori min akbaril dzunub (dosa paling besar), yaitu lari dari medan perang, “. . . walaupun ia pernah lari dari medan perang.”

Lari dari medan perang adalah lari meninggalkan medan jihad fi sabilillah saat berkecamuk peperangan melawan orang kafir. Ini menunjukkan bahwa melalui doa istighfar yang agung ini Allah akan mengampuni dosa-dosa terbesar yang tidak memiliki konsekuensi hukuman jiwa dan harta seperti lari dari medan perang dan dosa-dosa semisalnya. Jika hamba mengucapkan doa di atas dengan ikhlash, jujur, memahami makna-maknanya; niscaya ia akan mendapatkan kabar gembira maghfirah yang agung ini.

Penutup

Setiap diri kita dipenuhi dosa dan kesalahan; bisa berupa tidak menunaikan kesyukuran, tidak menunaikan perintahnya, tidak meninggalkan larangan-Nya, menyia-nyiakan kesempatan yang dibeirkan-Nya, lalai dari mengingat-Nya, dan sebagainya. Dosa-dosa tersebut akan membuat sesak dada, menghilangkan keberkahan hidup, mempersempit rizki, membuat berat menjalankan ketaatan, menjadi sebab datangnya berbagai kesulitan, dan di akhirat menjadi sebab kegelapan dan kesengsaraan. Karenanya setiap kita membutuhkan ampunan Allah setiap saat. Doa istighfar ini menjadi salah satu alternatif dan saranan meraih ampunan-Nya. Wallahu A’lam.

* Gambar Sekadar Hiasan

Sebagaimana beliau melarang dengan keras para muridnya yang tidak duduk beradab di dalam majlis bersama beliau, beliau juga membuat perkara bersama ketika duduk menghadap para masyaikh.

Beliau duduk cukup dengan tawadhu’ dan iftirasy depan para masyaikh sambil menunduk seolah-olah beliau tidak tahu apa dihadapan masyaikh. Ini yang dapat ku saksikan sendiri ketika pengajian bersama Habib Zein bin Sumaith di Malaysia dan juga ketika beliau mendengar ucapan dari Syeikhul Islam Negeri Kedah, Syeikh Majid Mohd Nor. Beliau cukup menghormati para masyaikh dan beradab.

* Klik Disini

Begitu juga soal berqasidah, beliau melarang berqasidah bergendang di dalam masjid kerana menghormati dan beradab dengan rumah Allah itu. Bukan tanda beliau menolak ‘dakwah’ berqasidah ini, tetapi soal adab. Jika ianya diluar tidak mengapa. Juga beliau pernah berkata, “tak guna ber yahanana malam itu dengan suara nyaring sekali, tetapi subuhnya masih kelambatan.” Belajar itu bukan hanya soal keilmuan, tetapi soal keberadaban untuk mendapat berkat keilmuan itu.

MADAD SIDI SYEIKHUNA AL WALID NURUDDIN MARBU AL BANJARI

kreditAmirZuhair
* Gambar Sekadar Hiasan

Lafaz Selawat Nurizzati disusun oleh Imam Abu Hassan AsySyadzili, satu selawat ini nilainya sama dengan 100,000 selawat.

Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, untuk membuka pintu rezeki dan memudahkannya.

* Klik Disini

Selawat Nurizzati

اللَهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ النُّوْرِ الذَّاتِ وَالسِرِّ السَّارِي فِي سَائِرِ الاَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

“Allohumma solli wa salim wa barik ala sayyidina muhammadi nin nurizzati was sirri sari fi sa’iril asma’i was shifati wa ala alihi wa shobihi wa salim”

Artinya :
” Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kami Muhammad, cahaya diri dan rahasia yang beredar dalam seluruh asma dan sifat, juga limpahkan hal yang sama kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya.”

* Gambar Sekadar Hiasan

Berikut golongan-golongan yang didoakan oleh malaikat :

  1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

  1. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.

Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

  1. Orang-orang yang berada di saf barisan depan di dalam solat berjamaah.

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan.
(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra bin Azib)

  1. Orang yang menyambung saf solat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam saf).

Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf.;
(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

  1. Para malaikat mengucapkan Aamiiin ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.

Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi alaihim waladh-dhaalinn, maka ucapkanlah oleh kalian Aamiiin, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

  1. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat.

Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

* Klik Disini
  1. Orang-orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjamaah.

Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?, mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.

(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

* Gambar Sekadar Hiasan

Perkataan doa diambil dari Bahasa Arab yang merupakan ‘nama terbitan’ (masdar) dari kata kerja (perbuatan) ‘Da’aa, dari sudut bahasa bererti ‘seruan’, panggilan, ajakan atau permintaan.

Jika dilihat dari segi pengertian syara’, doa adalah ‘memohon kepada Allah SWT dengan meminta kebaikan dari sisiNya dengan penuh ketulusan hati dan penuh pengharapan. Pengertian ini dijelaskan oleh Allah dalam beberapa tempat di dalam al-Quran.

Antara firman Allah:

Maksudnya “ Berdoalah kepadaku, nescara akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk ke Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

(Ghafir: ayat 60)

KELEBIHAN DAN KEUTAMAAN DOA

1- Doa merupakan tali penyambung yang kukuh antara hamba dan RabNya.

2- Doa merupakan satu bentuk ibadah kepada Allah.

3- Doa merupakan satu bentuk zikir kepada Allah.

4- Doa merupakan senjata yang ampuh bagi setiap mukmin dalam menghadapi realiti kehidupan.

ADAB-ADAB BERDOA

1- Mengikhlaskan hati kepada Allah.

2- Mengangkat kedua tangan ketika berdoa sepertimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sehingga kelihatan putih dua ketiaknya sebagai tanda kesungguhan kita memohon sesuatu daripada Allah.

3- Memulakan doa dengan tahmid kepada Allah SWT dan diiringi dengan salawat kepada Nabi SAW, diikuti dengan permohonan apa-apa yang dihajatkan. Doa yang paling utama ialah memohon keampunan dan keredhaan Allah sebelum memohon perkara-perkara yang lain. Permohonan juga boleh dimohon dengan apa-apa bahasa sekalipun. Seelok-elok doa ialah ‘Doa Maksurat’ iaitu doa yang diambil dari al-Quran dan as-Sunnah, atau doa yang dibaca oleh sahabat, para tabiin atau imam-imam yang terkenal kesolehannya dan ketaqwaan mereka kepada Allah.

4- Mengadap kiblat, kecuali imam kerana imam makruh mengadap kiblat, akan tetapi disunatkan baginya mengadap makmum atau menjadikan rusuk kanannya mengadap makmum dan rusuk kirinya mengadap kiblat.

5- Memilih waktu-waktu yang mulia seperti berdoa di Hari Arafah, hari-hari di bulan Ramadhan, pada hari jumaat, waktu sahur atau tengah malam, ketika hujan turun, di antara azan dan iqamah, dalam solat fardhu, ketika sujud, selepas solat, ketika imam duduk antara dua khutbah Jumaat, sebelum magrib hari Jumaat, ketika sedang berpuasa dan lain-lain lagi.

6- Berada dalam keadaan suci zahir (tubuh badan) dan batin (hati) dari perkara-perkara kotor dan maksiat.

7- Merendah diri dan khusyu’ dan dengan penuh pengharapan agar doa tersebut diterima oleh Allah dan perasaan takut tidak diperkenankannya.

8- Berdoa dengan penuh kesungguhan dengan penuh keyakinan bahawa doa tersebut akan diperkenankan Allah.

9- Membaca doa dengan penuh ketenangan dan tidak tergopoh -gapah.

10- Merendahkan suara.

11- Pengakuan terhadap segala dosa yang telah dilakukan dan memohon keampunan dariNya.

12- Pengakuan terhadap segala nikmat dan dan bersyukur di atas segala nikmat dan kurniaan tersebut.

13- Berdoa dengan mengulang-ulangkannya sebanyak 3 kali bagi setiap permintaan dan tidak terburu-buru supaya ia diperkenankannya.

14- Tidak menyusahkan diri dengan doa-doa yang berunsur sastera (bahasa yang susah).

15- Memulangkan hak dan meminta maaf daripada orang yang dizalimi serta bertaubat dengan perbuatan tersebut.

16- Berwudhu’ sekiranya tidak menjadi keberatan dan tidak menyusahkan.

17- Tidak keterlaluan ketika berdoa seperti memohon perkara yang pelek-pelek dan tidak munasabah sebagai seorang hamba Allah dengan nada paksaan agar Allah memperkenankannya.

18- Berdoa dengan menggunakan nama-nama Allah yang Maha baik (Asma’ulla al-Husna) dn sifat-sifatNya yang Maha Tinggi dan dengan amalan soleh yang dilakukan atau dengan meminta seseorang yang soleh yang masih hidup, mendoakannya.

19- Memastikan makanan dan minuman serta pakaian yang dipakai dari sumber yang halal.

20- Melaksanakan amar ma’ruf dan nahi mungkar, agar doa kita lebih cepat diperkenankan, lantaran usaha kita membantu agama Allah.

21- Menjauhkan diri dari segala bentuk maksiat samada zahir mahupun batin.

22- Mengakhiri doa dengan berselawat ke atas Nabi SAW dan bertahmid kepada Allah.

23- Hendaklah berdoa untuk kesejahteraan iman, amal dan akhlak diri sendiri terlebih dahulu sebelum berdoa untuk orang lain.

DIANTARA SYARAT-SYARAT DO’A DIMAKBULKAN

1- Berdoa dengan penuh keikhlasan dengan terus mengharapkan agar doa tersebut dimakbulkan oleh Allah.

2- Berdoa dengan penuh kesungguhan dan tidak jemu mengulang-ulanginya.

3- Berusaha mengelakkan diri dari melakukan perkara yang dilarang dibenci oleh Allah.

4- Memastikan makanan,minuman dan pakaian yang dipakai dan rezeki yang diperolehi hasil dari usaha yang halal.

5- Memohon kemaafan dari manusia yang pernah kita zalimi atau aniyai, kerana doa seseorang tidak akan dimakbulkan sekiranya mereka menzalimi dan menganiyai orang lain dan tidak mendapat kemaafan dari mereka.

6- Mematuhi adab-adab sebagai seorang hamba yang berdo’a di hadapan Khaliqnya yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.

DIANTARA WAKTU KEADAAN DAN TEMPAT YANG MUSTAJAB UNTUK BERDOA

1- Malam Lailatul Qadar.

2- Pada sepertiga malam yang terakhir (antara jam 3.00 hingga 6 pagi).

3- Selepas setiap solat fardhu yang lima.

4- Masa di antara azan dan iqamah.

5- Beberapa saat di setiap malam.

6- Ketika azan untuk solat fardhu

7- Ketika hujan sedang turun

8- Ketika mempersiapkan barisan menuju medan jihad fi sabilillah

9- Beberapa saat pada hari Jumaat. Menurut pendapat yang kuat, waktu yang dimaksud adalah akhir waktu solat Asar di hari Jumaat, saat khatib berkhutbah, atau saat berlangsungnya solat Jumaat.

10- Ketika minum air zam-zam beserta niat yang baik

11- Ketika sujud dalam solat

12- Ketika terbangun di tengah malam maka berdoa menggunakan doa yang ma’tsur (berasal dari Nabi S.A.W)

13- Ketika tidur dalam keadaan suci kemudian bangun di malam hari untuk berdoa.

14- Doa di Hari Arafah

15- Doa ketika seseorang dalam keadaan nazak (hampir meningal dunia)

16- Doa sesudah pujian terhadap Allah dan selawat ke atas nabi ketika tahiyyat akhir.

17- Ketika berdoa dengan menggunakan nama Allah Yang Maha Agong

18- Doa sepanjang bulan Ramadhan

19- Ketika perhimpunan umat Islam dalam majlis ‘zikrullah’

20- Doa ketika ditimpa musibah

21- Doa dengan penuh pertautan hati dengan Allah dan penuh keikhlasan

22- Doa orang terzalim terhadap orang yang menzaliminya

23- Doa ibu dan ayah untuk anaknya

24- Doa anak yang soleh untuk kedua ibubapanya

25- Doa orang yang sedang bermusafir

26- Doa orang yang berpuasa sehingga dia berbuka

27- Doa orang yang berpuasa ketika sedang berbuka

28- Doa orang yang terdesak atau terpaksa (dalam kesempitan)

29- Doa pemimpin yang adil (yang melaksanakan syariah Allah dalam pemerintahannya)

30- Doa ketika berwudhu’dengan doa yang ma’tsur( berasal dari Nabi S.A.W )

31- Doa selepas melontar Jumrah as-Sughra

32- Doa ketika melontar Jumrah al-Wusta

33- Doa ketika berada di dalam ka’abah, perlu diketahui bahwa kawasan hijir Isma‘il termasuk Ka‘bah.

34- Doa ketika berada di Safa

35- Doa ketika berada di Marwah

36- Doa ketika berada di Masy’aril Haram

DIANTARA SEBAB-SEBAB DO’A TIDAK DIPERKENANKAN

Suatu ketika seorang lelaki bertanya kepada Ibrahim bin Adham seorang tokoh sufi yang terkenal, apakah yang menyebabkan doa seseorang tidak diterima oleh Allah, Ibrahim bin Adham menjelaskan;

* Klik Disini

“Antara sebab doamu tidak diterima Allah ialah;

1- Kamu menyatakan bahawa kamu beriman kepada Allah, tetapi kamu tidak menunaikan hak-hakNya

2- Kamu mendakwa bahawa kamu mencintai Rasulullah SAW. Tetapi kamu tidak mengamalkan sunnahnya (dalam kehidupan kamu).

3- Kamu meyakini bahawa al-Quran itu adalah benar, namun kami tidak mengamalkannya (dalam kehidupan kamu)

4- Kamu telah banyak menikmati nikmat Allah, tetapi kamu tidak mensyukurinya

5- Kamu meyakini bahawa iblis dan syaitan itu adalah musuhmu, tetapi kamu menuruti segala tunjuk ajar mereka

6- Kamu menyatakan bahawa kamu meyakini tentang wujudnya syurga, tetapi kamu tidak berusaha melaksanakan amal yang boleh membawa kamu ke sana

7- Kamu menyatakan bahawa neraka itu benar, tetapi kamu kamu tidak berusaha menjauhkan diri darinya, bahkan melakukan perbuatan yang bakal mencampakkan dirimu ke sana

8- Kamu menyatakan bahawa kematian itu adalah satu kebenaran, tetapi kamu tidak bersedia dengan amalan untuk menghadapinya

9- Kamu bangun setiap pagi dan sering memperkatakan keaiban orang lain, tertapi kamu lupakan keaiban dirimu sendiri

10- Kamu selalu menghantar jenazah ke kuburan, tetapi kamu langsung tidak mengambil iktibar daripadanya, bahawa kamu juga akan dibawa ke sana.”

Wallahu’alam….

Rujukan : Berubat Dengan Doa dan Ruqyah dari Al Quran dan Sunnah, Dr Said bin Ali bin Wahf Al Qahthani, terbitan Media Hidayah.

* Gambar Sekadar Hiasan

Subhanallah, Inilah Keistimewaan Dzikir La Ilaha Illallah, Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Kalimat Tauhid (La Ilaha Illallah) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin bisa dihitung.”

Mungkin diantara kita masih ada yang belum tahu Keistimewaan Dzikir La Ilaha Illallah ini, berikut adalah beberapa keutamaan dzikir tahlil “La Ilaha Illallah”,

  1. Laa Ilaha Illallah Menjadi Kunci Surga

Kalimat ‘La ilaha illallah’ merupakan harga surga, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘la ilaha illallah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Dawud no. 1621)

  1. Dzikir Laa Ilaha Illallah Adalah Kebaikan dan Dzikir yang paling Utama

Kalimat ‘La ilaha ilallah’ adalah kebaikan yang paling utama, Abu Dzar berkata,”Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.”

* Klik Disini

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.”

Lalu Abu Dzar berkata lagi, “Wahai Rasulullah, apakah ‘la ilaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Kalimat itu (laa ilaha illallah, pen) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.”

Kalimat ‘La ilaha illallah’ adalah dzikir yang paling utama, Dari Jabir radhiyallohu ‘anhu , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : “Dzikir yang paling utama adalah la ilaha illallah, dan doa yang paling utama adalah alhamdulillah.” (HR. Ibnu Majah, An Nasa’I – Shohih Targhib wa Tarhib : 1526 )

  1. La Ilaha Illallah Menjadi Pelindung Api Neraka

Kalimat ‘La ilaha ilallah’ adalah pelindung api neraka, Dari Umar rodhiyallohu ‘anhu ia berkata : saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sungguh aku akan mengajarkan sebuah kalimat, tidaklah seorang hamba mengucapkannya dengan benar dari hatinya, lalu ia mati diatas keyakinan itu, kecuali (Allah) mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Yaitu kalimat laa ilaha illallah.” (HR. Hakim – Shohih Targhib wa Tarhib : 1528 ).

Suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam mendengar muadzin mengucapkan ‘Asyhadu alla ilaaha illallah’. Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi, “Engkau terbebas dari neraka.” (HR. Muslim no. 873)

  1. Laa Ilaaha Illallah Menjadi Jaminan Masuk Syurga

Dari Zaid bin Arqam Radiallahuanhu meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya, “Barangsiapa yang mengucapkan ‘La ilaha illallah’ dengan ikhlas, dia akan dimasukkan ke dalam syurga.”

Lalu ditanya kepada baginda SAW, “Bagaimanakah yang dimaksudkan dengan ikhlas itu?” Rasulullah SAW bersabda, “Ikhlas itu ialah yang mencegah dari melakukan perbuatan-perbuatan yang haram.” (Hadis riwayat at-Tabarani)

  1. Laa Ilaaha Illallah Adalah Dzikir Dan Perantara Doa

Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ adalah dzikir dan perantara doa, Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

Musa berkata: Wahai Tuhanku ajarkanlah kepadaku sesuatu, yang aku akan berdzikir dan berdoa kepada-Mu dengannya. Allah berfirman: Wahai Musa ucapkanlah Laa ilaaha illallah.

Musa berkata: Wahai Tuhanku seluruh hambaMu mengucapkan kalimat ini.

Allah berfirman: Wahai Musa ! Seandainya langit tingkat tujuh dan apa yang ada didalamnya serta bumi tingkat tujuh selain Aku diletakkan di suatu timbangan, dan laa ilaaha illallah diletakkan di timbangan yang lain, maka akan berat timbangan laa ilaaha illallah.” (HR. Ibnu Hibban, Hakim – Fathul Bari : 11/28 )

  1. Laa Ilaaha Illallah Dzikir Yang Menunda Kiamat

Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ menunda kiamat, Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Tidak akan terjadi kiamat (apabila) masih ada orang yang menyebut laa ilaaha illallah”. (HR. Ibnu Hibban, – Ta’liqotul Hisan: 6809, Ash Shohihah: 3016)

  1. Baca Laa Ilaaha Illallah 100 Kali Sehari, Ini Keutamaannya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وكُتِبَتْ لَهُ مِئَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِئَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزاً مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِي ، وَلَمْ يَأتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أكْثَرَ مِنْهُ

“Barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya) dalam sehari seratus kali, itu sama pahalanya dengan membebaskan sepuluh hamba sahaya dan dituliskan untuknya seratus kebaikan, serta dihapuskan dari dirinya seratus kejelekan (dosa). Dzikir itu juga penjaga dirinya dari gangguan setan pada hari itu sampai sorenya. Dan tidak ada seorang pun yang datang membawa amal yang lebih baik daripada yang ia bawa, kecuali ada orang yang beramal lebih banyak daripada dirinya.”

وقال : مَنْ قَالَ سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ ، وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ

Beliau juga bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan SUBHANALLAHI WA BI HAMDIH (Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya) sebanyak seratus kali sehari, terhapuslah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari, no. 6403 dan Muslim, no. 2691)

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَالَ لا إلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ ؛ وَلَهُ الحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، عَشْرَ مَرَّاتٍ . كَانَ كَمَنْ أعْتَقَ أرْبَعَةَ أنْفُسٍ منْ وَلَدِ إسْمَاعِيلَ

“Barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya) sebanyak sepuluh kali, maka ia seperti orang yang telah memerdekakan empat jiwa dari anak keturunan Isma’il.” (HR. Bukhari, no. 6404 dan Muslim, no. 2693)

Keistimewaan Dzikir La Ilaha Illallah, Inti Dari Segala Dzikir

Imam Haddad berkata:

Jadikanlah kalimat tauhid Laa ilaaha illallah sebagai wirid yang senantiasa kau baca. Sesungguhnya kalimat ini adalah ruh (pokok) dari segala dzikir, dan kepadanya kembali seluruh dzikir. Makna semua dzikir juga tercakup di dalam kalimat tauhid ini.

Jika ada waktu luang dan bingung mau membaca dzikir apa, ambillah kalimat tauhid sebagai dzikir Laa Ilaaha Illallah yang menemanimu sehari-hari. Sambil jalan ke sekolah, naik kendaraan, sebelum tidur dan lain lain daripada sibuk melamun, lebih patut untuk ‘cari pahala’ dengan berdzikir laa ilaaha illallah.

Para arif billah berkata:

أكثر من لا اله الا الله حتى تصير كلك لا اله الا الله

“Perbanyak kalimat Laa ilaaha illallah hingga tiap tarikan nafasmu dan tiap degupan jantungmu menyatu dengan kalimat ini.”

Habib Umar bin Hafidz berkisah:

Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf Jeddah adalah termasuk seorang ulama yang suka melazimi dzikir La ilaaha illallah.

Beberapa tahun sebelum wafat beliau ditimpa sakit keras hingga para dokter angkat tangan dan berkata bahwa kematian beliau sudah dekat.

Anehnya, terdapat seorang dokter dari Sudan yang memeriksa detak jantung beliau. Detak jantungnya normal.

Dan yang luar biasa, dengan kecanggihan alat modern, dokter tersebut berkata, “Jantung orang ini mengucap kalimat La ilaaha illallah”

Jasadnya memang lumpuh tak bergerak, alat-alat kedokteran berada di seluruh badannya, tak mampu diajak berkomunikasi, namun hati dan jantungnya tak pernah lalai dari zikir nama Allah. Dan beliau senantiasa berada di hadratillah.

Keluarganya pun memutuskan membawa beliau pulang dan dirawat di rumah mengikuti saran seorang soleh. Si dokter berkata,

“Jika kau lepas semua peralatan ini, maka aku pastikan umurnya berakhir.”

Umur manusia di tangan Allah, bukan di tangan dokter atau manusia siapapun.

Alat-alat kedokteran pun dilepas dari tubuhnya, seketika itu pula beliau membuka matanya dan bergerak. Ketika sampai di rumah, beliau berjalan, pulih kesehatannya, berkat dzikir Laa Ilaaha Illallah yang beliau lazimi, berkat keagungan nama Allah yang telah menguasai seluruh hati dan jiwa raganya.

Mari kita agungkan nama Allah di hati kita. Kita hidupkan hati kita dengan senantiasa berdzikir kepadaNya, menyebut nama-Nya, mencintai-Nya sepenuh hati. hingga kita mengakhiri hidup kita dengan kalimat Laa ilaaha illallah, Allah bangkitkan kita di hari kiamat dengan kalimat Laa ilaaha illallah dan di bawah bendera Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.

Aamiin

* Gambar Sekadar Hiasan

“تفكَّروا فِي الْخَلْقِ وَلَا تُفَكِّرُوا فِي الْخَالِقِ، فَإِنَّهُ لَا تُحِيطُ بِهِ الفِكْرة”.
Fikirkanlah tentang makhluk dan janganlah kalian memikirkan tentang Khaliq (Pencipta), karena sesunguhnya Dia tidak dapat diliput oleh pemikiran.

“يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَ أَحَدُكُمْ ذَلِكَ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَه”

Syaitan datang kepada seseorang di antara kalian, lalu mengatakan (membisikkan kepadanya), “Siapakah yang menciptakan ini dan siapakah yang menciptakan ini?” Hingga akhirnya syaitan mengatakan, “Siapakah yang menciptakan Tuhanmu?” Apabila sampai kepada seseorang di antara kalian hal tersebut, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dan menghentikannya.


تَفَكَّرُوا فِي مَخْلُوقَاتِ اللَّهِ، وَلَا تُفَكِّرُوا فِي ذَاتِ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ خَلَقَ مَلَكًا مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرة ثَلَاثِمِائَةِ سَنَةٍ”

Fikirkanlah tentang makhluk Allah dan janganlah kamu memikirkan tentang Zat Allah, karena sesungguhnya Allah Swt. telah menciptakan seorang malaikat yang besar antara bagian bawah telinganya sampai pundaknya sama dengan jarak perjalanan tiga ratus tahun.

sumber: Tafsir Ibnu Katsir

Mungkin tidak banyak dari kita yang tahu tentang bagaimana sejarah terjadinya perjanjian Antara Nabi Sulaiman dengan iblis.

Mungkin kita hanya mendengar sekilas saja padahal terjadinya perjanjian ini melalui kisah yang panjang juga jalan cerita yang sangat detail. Dengan begitu kita akan lebih memahami juga mengetahui dengan baik.

Salah satu Nabi yang ada dimuka bumi adalah Nabi Sulaiman, yang mana beliau memiliki banyak mukjizat yang Allah berikan.

Mukjizat yang begitu luar biasa hingga beliau mampu berkomunikasi dengan jin juga hewan bahkan beliau mampu memerintahkan bangsa jin dan hewan yang ada di muka bumi ini.

Tidak hanya itu saja, Nabi Sulaiman ini mewarisi kekayaan ayahnya yaitu Nabi Daud AS sehingga ia termasuk Nabi yang sangat kaya raya. Nabi Sulaiman AS juga memiliki tiga mukjizat diantaranya adalah:

1) Memiliki ilmu ketajaman berpikir.

2) Kekuasaan yang melimpah bahkan menjadi raja yang bisa mengusai para jin.

3) Mampu berkomunikasi dengan hewan, mampu mengendalikan angin, memiliki permadani terbang dan memiliki kekayaan yang melimpah.

Perlu kita ketahui bahwa Nabi Sulaiman pernah membuat perjanjiaan dengan iblis karena sang iblis ini seringkali menganggu kehidupan kita dan seringkali memberikan kerugian kepada kita.

Namun banyak dari kita yang tidak mengetahui bagaimana kronologi dari perjanjian tersebut. Sebagai tambahan ilmu pengetahuan kita pun harus mengetahui juga bagaimana kronologi perjanjiannya.

Konologi terjadinya perjanjian antara Nabi Sulaiman AS dengan Iblis ialah sebagai berikut:

Pada saat itu Nabi Sulaiman sedang dalam perjalanan, beliau sedang duduk di atas kursi yang mana angin dan permadani membawa beliau.

Beliau diringi bala tentara juga golongan jin serta burung-burung. Perjalanan beliau dilakukan dari Syam Syria yang akan dilakukan menuju Rom. Tak hanya ditemani bala tentaranya namun juga ditemani oleh Malaikat Jibril dan juga Malaikat Mikail.

Dalam perjalanan beliau menuju Rom, beliau bertemu dengan seorang wanita tua yang menghadap kepadanya dan membuat beliau terkejut.

Wanita tua ini adalah seseorang dari golongan jin dengan taring yang menyerupai gading gajah, kemudian rambutnya seperti pelepah pohon kurma, bulu-bulunya pun lebat, wanita ini mengeluarkan bau yang tidak sedap dari tubuhnya.

Mata wanita tua ini merah menyala seperti kilat menyambar dengan perawakan badannya yang begitu besar dan tinggi dengan kedua kaki yang mengangkang antara dua lembah.

Dia juga mengeluarkan asap melalui hidungnya dan mampu mengeleluarkan suara yang beragam. Kadang ia mengeluarkan suara menggelegar seperti petir, kadang ia melolong keras seperti serigala, dan meringkik seperti keledai.

Tidak hanya itu, wanita tua ini juga selalu mengeluarkan kata yang buruk dan juga keji.

Nabi Sulaiman sangat terkejut ketika bertemu dengan wanita tersebut hingga membuat beliau bersujud kepada Allah SWT.

Setelah bersujud kepada Allah beliau berbicang-bincang dengan wanita tua itu. Beliau bertanya kepada wanita tersebut siapakah dia dan dari mana asalnya? ia pun menjawab Ia adalah Hammah Binti Hammah yang berarti anak perempuan dari keturunan iblis.

Ia memiliki julukan yaitu Ummu Shibyan atau ibu penyakit sawan. Wanita tua tersebut tinggal antara langit dan bumi, Nabi Sulaiman bertanya kembali manusia seperti apakah yang berada dalam penguasaannya?

Ia pun menjawab bahwa ia menguasai manusia yang memiliki akhlak buruk juga manusia yang tidak bersama Allah yang ada didalam penguasannya.

Ummu sibyan ini juga mengatakan bahwa ia bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran darahnya lalu masuk ke dalam uratnya. Juga bisa memasuki apa pun lewat apa yang kita bawa.

Ia juga memiliki bala tentara yang akan menempati tempat yang tidak ada penghuninya. Ia pun berkata bahwa dialah sumber dari segala penyakit yang sangat berbahaya.

Ia dan bala tentaranya juga seringkali mengurangi harta milik orang yang berdagang, juga ia yang membuat bayi menangis dan membuat wanita menjadi keguguran, mandul juga keburukan lainnya.

Nabi Sulaiman pun bertanya bagaimana cara ia menyakiti bayi hingga menangis dan kesakitan dan bagaimana cara mengurangi harta para manusia?

Ia menjawab bahwa ia memukul wajah bayi, memukul persendiannya, memakan dagingnya bahkan meminum darahnya. Ia pun memukul wajah anak tersebut hingga ia merasa nangis tak terhenti.

Kemudian cara dia mengambil harta manusia yaitu dengan cara menjerit dan meraung sehingga manusia lari meninggalkan hartanya sehingga ia dan bala tentaranya akan meniup hartanya hingga habis tak tersisa.

* Klik Disini

Setelah itu Nabi Sulaiman AS mengikat Ummu Shibyan dan juga bala tentaranya dengan perjanjian. Nabi Sulaiman mengikat dengan perjanjian kepada Allah SWT mengikatnya dengan ‘ahdu, merantainya dengan rantai besi, dan juga memenjarakannya di dasar lautan.

Kemudian saat itu Malaikat Jibril juga mendatangi Nabi Sulaiman AS dan mengatakan agar Ummu Shibyan dibakar.

Pada saat itu ummu sibyan memohon agar dirinya tidak disiksa karena menurutnya hanya Allah yang pantas untuk menyiksanya. Ia memohon agar diringankan siksananya.

Dari itulah Nabi Sulaiman menciptakan perjanjian dengan iblis terkait 7 perkara. Inti dari 7 perkata tersebut adalah bahwa Ummu Shibyan bersama dengan bala tentara dan juga anak cucunya dilarang untuk mencelakai anak cucu Nabi Adam.

Dengan pengetahuan ini semoga kita semakin mendekatkan diri dan semakin berbakti kepada Allah. Serta jangan lupa untuk meminta pelindungan kepada Allah dari gangguan setan dan iblis. Sehinga kita bisa hidup dengan aman juga nyaman. Juga selalu beribadah agar terhindar dari godaan iblis.

* Gambar Sekadar Hiasan

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (An Nur 35)

Orang beriman adalah orang yang berada dalam naungan cahaya Allah, wajah dan hatinya diliputi cahaya yang dapat dirasakan oleh orang disekitarnya. Kata katanya menentramkan dan menyejukan hati, perilaku dan ahlaknya menyenangkan orang disekitarnya. Dimanapun ia berada selalu mendatangkan kedamaian dan ketenangan. Orang yang peka dan terang hatinya dapat melihat cahaya yang terpancar dari wajah orang Mukmin ini.

Sebaliknya orang yang tidak beriman pada Allah berada dalam kegelapan. Wajah dan hatinya diliputi kegelapan diatas kegelapan. Kata katanya menyakitkan hati, perilaku dan ahlaknya menimbulkan keresahan bagi orang disekitarnya. Hidupnya penuh kebohongan dan tipuan, kesana kemari mengumbar syahwat dan kesenangan fatamorgana. Orang yang mengikutinya sering terjebak kesenangan semu, yang berakhir dengan kesengsaraan dan derita. Orang yang peka dan terang hatinya dapat melihat kegelapan wajah orang ini.

Tanda tanda orang beriman yang bermandikan dan berselimut cahaya itu adalah mereka yang disebutkan dalam surat An Nur ayat 36:

  1. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, 37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (An Nur 36-37)

Mereka tidak dilalaikan oleh perniagaan dan urusan dunia dalam berzikir mengingat Allah, mengerjakan shalat, menunaikan zakat, dan mereka takut akan datangnya suatau hari yang hati dan penglihatan manusia bergoncang (kiamat). Mereka selalu bertasbih mensucikan dan menganggungkan kebesaran Allah dimasjid masjid pada waktu pagi dan petang hari.

Cahaya yang memancar dari wajah dan tubuh orang beriman ini dapat dilihat oleh golongan Jin

Jin fasik dan kafir tidak berani mendekat orang yang taat beribadah, mereka merasa panas berada didekatnya. Cahaya yang memancar dari tubuh orang mukmin ahli ibadah dapat membakar mereka. Orang yang tidak beriman tidak memiliki cahaya seperti itu, mereka jadi bulan bulanan tipu daya jin dan syetan dalam kehidupan dunia ini. Allah juga menyebutkan hal ini dalam surat an Nahl ayat 99 dan 100. Bahwa syetan dan jin tidak punya kekuasaan dan kekuatan terhadap orang yang beriman dan bertawakal pada Allah, mereka hanya sekutu Allah.

Salah satu shabat yang ditakuti oleh golongan jin dan syetan adalah Umar bin Khatab, dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Rasulullah bersabda pada Umar bin Khatab: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu denganmu di suatu jalan melainkan ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu.” (HR. Bukhari, no.3480). Golongan Jin dan syetan bisa mengenal orang mukmin dari jauh dari cahaya yang memancar dari wajah dan tubuhnya. Mereka selalu menghindar dari pertemuan dengan orang seperti ini.

Cahaya orang Mukmin di Padang Mahsyar

Banyak ayat Qur’an yang menceritakan bahwa kelak dihari berbangkit orang beriman dikenal dengan cahaya yang mengiringinya didepan , belakang, kiri dan kanannya. Tubuhnya bermandikan cahaya. Mereka dapat dikenal dengan mudah dari cahaya yang memancar disekitar tubuhnya. Allah menyebutkan hal itu dalam surat al hadit ayat 12 :

  1. (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” ( Al Hadit 12 )

Hal yang sama disebutkan Allah dalam surat at Tahrim ayat 8:

  1. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At Tahrim 8 )

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa memohon cahaya pada Allah sebagai berikut:

Allahummaj al fii Qolbi nuron, wafii lisaani nuuron, wafii sam’i nuron, wafii bashorii nuron, wamin fawqii nuron, wamin tahtii nuuron, wa an yamiinii nuron, wa an syamaali nuron, wamin amaamii nuron, wamin kholfii nuuron, wajj al fii nafsii nuron, wa a’dzimlii nuuron, wa adzzim lii nuuron, wajj allii nuuron, wajj alni nuron, Allahumma a’thinii nuuron, wajj al fii ashobii nuron, wafii lahmi nuuron, wafii damii nuuron, wa fii sya’rii nuuron, wafii basyarii nuuron, ..

* Klik Disini

“Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatan-ku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, per-besarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untuk-ku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku” (Hal ini semuanya disebutkan dalam Al-Bukhari 11/116 no.6316, dan Muslim 1/526, 529, 530, no. 763)

Demikianlah Allah memberikan cahayaNya pada orang yang beriman berupa Aura Nur Ilahi ketika hidup didunia dan ketika berada di Padang Mahsyar kelak. Mintalah kepada Allah agar Dia menambahkan cahayanya pada kita masing masing.

* Gambar Sekadar Hiasan

Berikut adalah bacaan ketika kita hendak masuk ke hutan atau sekiranya kita membuat khemah di dalam hutan, kita ‘pagar’kan khemah tersebut dengan ayat-ayat suci di bawah :

1) Al-Fatihah
2) Ayatul Qursi
3) Bismillah 5
4) 3 Qul ( niat pendinding )

  • Surah Al-Ikhlas
  • Surah Al-Falaq
  • Surah An-Nass
* Klik Disini